.quickedit{ display:none; }

Jumat, 20 Desember 2013

Tutup Rangkaian Tur Jasad Guncang Panggung Senayan

                                           
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Band underground asal Bandung, Jasad, menutup rangkaian tur di sembilan kota setelah perform di Plaza Barat Senayan, Jakarta Pusat. Jakarta menjadi kota terakhir dalam tur yang bertajuk Djarum Coklat Extra Pesta Bintang Coklat Bhineka Tunggal Ika Jasad Tour 2013.
Band yang beranggotakan Man (vocal), Ferly (gitar), Yuri (bass), dan Abas (drum), mengawali pertunjukan mereka dengan membawakan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan anak muda.
Usai membawakan lagu Indonesia Raya, band asal Ujung Berung ini mulai menghentak dengan lagu berjudul 'Diamation' dan 'Precious Moment Today'. Malam itu Jasad juga membawakan tembang 'Rebirth of Jatisunda', 'Fearless', 'Siliwangi', 'Sunyaruri', sampai lagu-lagu hits mereka seperti 'Kujang Rompang’ dan ‘Nagara Ragana Naraga’ dan ditutup dengan lagu 'Cengkram Garuda'. Konser tersebut juga menampilkan band-band underground lain seperti Kedjawen, Melody Maker, Panic Disorder, Sweet As Revenge, sampai Turbidity.
Di sela-sela pertunjukan, tepatnya saat coaching clinic, Man mengatakan kalau konser mereka juga melakukan social investment seperti mengecat masjid, membagikan sembako, mengecat pos polisi, membersihkan lingkungan, sampai membagikan tong sampah.
"Tiap kota berbeda social investment-nya. Ini membuktikan teman-teman komunitas underground tak cuma bisa mabuk semata. Tapi ada kontribusi positif buat kota dan tempat tinggalnya," kata Man di Plaza Barat Senayan, Minggu (9/6/2013).
"Waktu saya di kota tua Jakarta, saya lihat ada anak metal. Tongkrongannya seram, badan penuh tato. Tapi saya lihat ada tulisan Mom and Dad. Semetal-metalnya kita, tetap berbakti sama orang tua," lanjutnya.
Selama menjalani rangkaian tur di sembilan kota, kata Man, juga ada pengalaman-pengalaman yang menarik. Satu diantaranya saat ia perform di Serang, Banten. Ketika itu, dia sampai pingsan karena kondisi fisiknya yang sedang drop.
"Di Serang sempat fisik nge-drop, masuk rumah sakit disana, diinfus. Sempat mau pingsan di panggung, tapi untungnya sempat selesaikan sampai lagu terakhir," ungkapnya.
Saat ditanya musik metal yang identik dengan rusuh, Man mengatakan selama tur tak ada kerusuhan yang berarti. Jika ada yang berkelahi, menurut Man hanya ada dua orang dan langsung diselesaikan disitu.
"Jarang berantem, enggak ada yang rusuh sampai gimana. Diselesaikan mereka sendiri, habis berantem, pelukan," bebernya.
Man menambahkan, saat bagian coaching clinic, sebenarnya ia mengharapkan ada obrolan seputar bagaimana teknik bermain gitar, bass, sampai drum. Namun menurutnya kebanyakan saat coaching clinic, mengobrol hal-hal lain diluar teknik bermusik.
"Waktu di Majalengka, ngobrol-ngobrol sampai jam 12 malam. Mereka belum puas waktu ngobrol-ngobrol saat H-1," ucapnya.
Konser itu juga mendapat dukungan penuh dari Djarum Coklat Extra selaku sponsor utama. Konser yang mengangkat slogan 'Loe Gue Friend' itu juga mengusung tema Bhineka Tunggal Ika yang artinya memahami pentingnya keberagaman dan mengajak anak muda menghargai nilai-nilai kearifan lokal.
Agus Dani Hartono, selaku National Promo Djarum Pusat, mengatakan dibanding delapan kota sebelumnya, Jakarta menjadi kota istimewa dalam rangkaian tur tersebut karena komunitas yang datang tak hanya dari Bandung dan Jakarta, namun juga datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung.
"Ada tiga band dari Bandung dan tujuh band dari Jakarta yang perform disini. Banyak komunitas dari kota lain yang datang kesini. Sesuai tema kita, Djarum Coklat Extra Pesta Bintang Coklat Bhineka Tunggal Ika Jasad Tour 2013, seluruh komunitas bersatu seperti kampanye persaudaraan," jelasnya.
Sedangkan Giovitano, owner Atap Promotions selaku promotor acara tersebut, menilai Bhinneka Tunggal Ika Tour dapat dijadikan sebuah kampanye persaudaraan dan persatuan di kalangan pecinta musik underground di Indonesia. Menurutnya perkembangan acara tersebut sangat massive dari tahun ke tahun, baik secara kuantitas maupun kualitas.
"Meskipun selama ini komunikasi dan tali silahturahmi sudah terjalin di kalangan pecinta musik underground di Indonesia, tur ini bermaksud untuk lebih mempertajam dan memperkuat atas apa yang selama ini telah dibangun.
Disini berusaha untuk mengumpulkan dan mempersatukan kembali serpihan-serpihan yang terserak di berbagai daerah, di bawah naungan merah putih," tandasnya.
Terima Kasih Anda Telah Membaca Artikel
Judul: Tutup Rangkaian Tur Jasad Guncang Panggung Senayan
Ditulis Oleh Unknown
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar